<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>[ilmu - amal - da'wah]</title>
	<atom:link href="http://k4ligondang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://k4ligondang.wordpress.com</link>
	<description>"ikuti orang karena dia benar, jangan ikuti kebenaran karena orang, kenalilah kebenaran niscaya engkau akan tahu siapa yang benar"</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2009 03:53:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='k4ligondang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>[ilmu - amal - da'wah]</title>
		<link>http://k4ligondang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://k4ligondang.wordpress.com/osd.xml" title="[ilmu - amal - da&#039;wah]" />
	<atom:link rel='hub' href='http://k4ligondang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Semoga Menjadi &#8216;Abdulloh Sejati</title>
		<link>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/09/17/anugerah-dan-amanat/</link>
		<comments>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/09/17/anugerah-dan-amanat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 03:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kal190ndan9</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4ligondang.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillaahi rabbil &#8216;aalamiin - Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, pemilik Pujian yang terbaik - Sesungguhnya diantara kesempurnaan pernikahan adalah hadirnya buah hati tercinta di tengah-tengan keluarga. Sungguh suatu kebahagiaan dan nikmat yang sangat besar dari nikmat-nikmat yang telah Alloh berikan kepada manusia adalah kelahiran seorang anak. Dan alhamdulillah, atas rahmat dan izin Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=77&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillaahi rabbil &#8216;aalamiin - <em>Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, pemilik Pujian yang terbaik -</em></p>
<p>Sesungguhnya<em> </em>diantara kesempurnaan pernikahan adalah hadirnya buah hati tercinta di tengah-tengan keluarga. Sungguh suatu kebahagiaan dan nikmat yang sangat besar dari nikmat-nikmat yang telah Alloh berikan kepada manusia adalah kelahiran seorang anak.</p>
<p>Dan alhamdulillah, atas rahmat dan izin Allah Ta&#8217;ala, pada hati Sabtu bertepatan dengan 1 Ramadhan 1430 H/22 Agustus 2009 M telah lahir ke dunia anak kami yang pertama, laki-laki dengan berat badan 3,1 kg dan panjang 49 cm. Kami namai anak itu &#8220;Abdulloh&#8221; yang artinya adalah Hamba Allah, dalam rangka mengamalkan hadits Nabi <em>shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam </em>dari Ibnu &#8216;Umar <em>radhiyallahu ‘anhu</em> yang artinya:</p>
<p>“Nama-nama yang paling disukai Allah ialah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.” (HR. Muslim)</p>
<p>Mudah-mudahan, Abdulloh bin Kurniawan ini akan  mengikuti jejak Abdulloh lain yang telah mendahuluinya dalam keutamaan dan kebaikan dalam ilmu dan amal serta dakwah kepada Alloh Ta&#8217;ala. Amiin.<em> </em></p>
<p>Washallallaahu &#8216;alaa nabiyyinaa wal hamdulillaahi rabbil &#8216;aalaamiin</p>
<p>Abu Abdillah dan Ummu Abdillah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4ligondang.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4ligondang.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=77&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/09/17/anugerah-dan-amanat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f27ca5fb1d7f10f0483b0134fd24203?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kal190ndan9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjelang Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/11/menjelang-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/11/menjelang-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 00:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kal190ndan9</dc:creator>
				<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4ligondang.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikh Salim bin &#8216;Ied Al-Hilaaly Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid [1]. Menghitung Hari Bulan Sya&#8217;ban Umat Islam seyogyanya menghitung bulan Sya&#8217;ban sebagai persiapan memasuki Ramadhan. Karena satu bulan itu terkadang dua puluh sembilan hari dan terkadang tiga puluh hari, maka berpuasa (itu dimulai) ketika melihat hilal bulan Ramdhan. Jika terhalang awan hendaknya menyempurnakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=63&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh<br />
Syaikh Salim bin &#8216;Ied Al-Hilaaly<br />
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid</p>
<p>[1]. Menghitung Hari Bulan Sya&#8217;ban</p>
<p>Umat Islam seyogyanya menghitung bulan Sya&#8217;ban sebagai persiapan memasuki Ramadhan. Karena satu bulan itu terkadang dua puluh sembilan hari dan terkadang tiga puluh hari, maka berpuasa (itu dimulai) ketika melihat hilal bulan Ramdhan. Jika terhalang awan hendaknya menyempurnakan bulan Sya&#8217;ban menjadi tiga puluh hari. Karena Allah menciptakan langit-langit dan bumi serta menjadikan tempat-tempat tertentu agar manusia mengetahui jumlah tahun dan hisab. Satu bulan tidak akan lebih dari tiga puluh hari.</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Puasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal. Jika kalian terhalangi awan, sempurnakanlah bulan Sya&#8217;ban tiga puluh hari&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim 1081]</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu &#8216;anhuma, (bahwasanya) Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Janganlah kalian puasa hingga melihat hilal, jangan pula kalian berbuka hingga melihatnya (hilal). Jika kalian terhalangi awan, hitunglah bulan Sya&#8217;ban&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim 1080]</p>
<p>Dari Adi bin Hatim Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Jika datang bulan Ramadhan puasalah tiga puluh hari, kecuali kalian melihat hilal sebelum hari ke tiga puluh&#8221; [1]</p>
<p>[2]. Baransiapa yang Berpuasa Hari Syak[2], Berarti (ia) Telah Durhaka Kepada<br />
Abul Qasim Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</p>
<p>Oleh karena itu, seorang muslim tidak seyogyanya mendahului bulan puasa dengan melakukan puasa satu atau dua hari sebelumnya dengan alasan hati-hati, kecuali kalau bertepatan dengan puasa sunnah yang biasa ia lakukan. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, ia berkata : Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan melakukan puasa satu atau dua hari sebelumnya kecuali seorang yang telah rutin berpuasa maka berpuasalah&#8221; [Hadits Riwayat Muslim (573 -Mukhtashar dengan Muallaqnya)]</p>
<p>Ketahuilah wahai saudaraku, di dalam Islam barangsiapa yang puasa pada hari yang diragukan, (berarti ia) telah durhaka kepada Abul Qasim Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Shillah bin Zyfar dari Ammar membawakan perkataan Ammar bin Yasir.</p>
<p>&#8220;Artinya : Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diragukan berarti telah durhaka kepada Abul Qasim Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8221; [3]</p>
<p>[3]. Jika Seorang Muslim Telah Melihat Hilal Hendaknya Kaum Muslimin Berpuasa atau Berbuka</p>
<p>Melihat hilal teranggap kalau ada dua orang saksi yang adil, berdasarkan sabda Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Berpuasalah kalian karena melihat hilal, berbukalah kalian karena melihatnya, berhajilah kalian karena melihat hilal, jika kalian tertutup awan, maka sempurnakanlah (bilangan bulan Sya&#8217;ban menjadi) tiga puluh hari, jika ada dua saksi berpuasalah kalian dan berbukalah&#8221; [4]</p>
<p>Tidak diragukan lagi, bahwa diterimanya persaksian dua orang dalam satu kejadian tidak menunjukkan persaksian seorang diri itu ditolak, oleh karena itu persaksian seorang saksi dalam melihat hilal tetap teranggap (sebagai landasan untuk memulai puasa), dalam suatu riwayat yang shahih dari Ibnu Umar Radhiyallahu &#8216;anhuma, ia berkata : &#8220;Manusia mencari-cari hilal, maka aku khabarkan kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bahwa aku melihatnya, maka Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam-pun menyuruh manusia berpuasa. [5]</p>
<p>[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]<br />
_________<br />
Foote Note.<br />
[1] Hadits Riwayat At-Thahawi dalam Musykilul Atsar No. 501, Ahmad 4/377, At-Thabrani dalam Al-Kabir 17/171. Dalam sanadnya ada Musalin bin Sa&#8217;id, beliau dhaif sebagaiamana dikatakan oleh Al-Haitsami dalam Majma Az-Zawaid 3/146, akan tetapi hadits ini mempunyai banyak syawahid, lihat Al-Irwaul Ghalil 901, karya Syaikhuna Al-Albany Hafidhahullah<br />
[2] Yaitu hari yang masih diragukan, apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum -ed<br />
[3] Dibawakan oleh Bukhari 4/119, dimaushulkan oleh Abu Daud 3334, Tirmidzi 686, Ibnu Majah 3334, An-Nasa&#8217;i 2199 dari jalan Amr bin Qais Al-Mala&#8217;i dari Abu Ishaq dari Shilah bin Zufar, dari Ammar. Dalam sanadnya ada Abu Ishaq, yakni As-Sabi&#8217;in mudallis dan dia telah &#8216;an-anah dalam hadits ini, dia juga telah bercampur hafalannya, akan tetapi hadits ini mempunyai banyak jalan dan mempunyai syawahid (pendukungnya) dibawakan oleh Al-Hafizd Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Ta&#8217;liqu Ta&#8217;liq 3/141-142 sehingga beliau menghasankan hadits ini.<br />
[4] Hadits Riwayat An-Nasa&#8217;i 4/133, Ahmad 4/321, Ad-Daruquthni 2/167 dari jalan Husain bin Al-Harist Al-jadal dari Abdurrahman bin Zaid bin Al-Khaththab dari para sahabat Rosululloh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dan sanadnya hasan. Lafadz di atas aadalah pada riwayat An-Nasa&#8217;i, Ahmad menambahkan : &#8220;Dua orang muslim&#8221;.<br />
[5] Hadits Riwayat Abu Dawud 2342, Ad-Darimi 2/4, Ibnu Hibban 871, Al-Hakim 1/423, Al-Baihaqi 4/212 dari dua jalan, yakni dari jalan Ibnu Wahb dari Yahya bin Abdullah bin Salim dari Abu Bakar bin Nafi&#8217; dari bapaknya dari Ibnu Umar, sanadnya Hasan, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam At-Talkhisul Habir 2/187.</p>
<p><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1088/slash/0" target="_blank">http://www.almanhaj.or.id/content/1088/slash/0 </a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4ligondang.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4ligondang.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=63&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/11/menjelang-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f27ca5fb1d7f10f0483b0134fd24203?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kal190ndan9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Datangnya Ramadhan</title>
		<link>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/11/menanti-datangnya-ramadhan/</link>
		<comments>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/11/menanti-datangnya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 00:15:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kal190ndan9</dc:creator>
				<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4ligondang.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Prolog Sebentar lagi bulan Ramadhan 1430 H akan segera datang ke hadapan kita. Bulan yang selalu dinanti kedatangannya oleh umat islam di seluruh dunia karena mengharapkan berkah dan rahmat yang Alloh turunkan pada bulan ini. Bulan yang di dalamnya memiliki sangat banyak keutamaan sehingga sudah sewajarnya dan seharusnya setiap muslim yang diberikan kesempatan oleh Alloh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=60&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prolog</p>
<p></strong>Sebentar lagi bulan Ramadhan 1430 H akan segera datang ke hadapan kita. Bulan yang selalu dinanti kedatangannya oleh umat islam di seluruh dunia karena mengharapkan berkah dan rahmat yang Alloh turunkan pada bulan ini. Bulan yang di dalamnya memiliki sangat banyak keutamaan sehingga sudah sewajarnya dan seharusnya setiap muslim yang diberikan kesempatan oleh Alloh untuk berjumpa dengan bulan yang mulia ini bersyukur kepada Alloh Ta&#8217;ala.</p>
<p>Lalu bagaimana cara kita dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadhan ini? Apakah dengan cara-cara yang selama ini kita lihat dan ketahui dari apa yang dilakukan oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekitar kita? Ataukah dengan cara yang lain? Lalu sebenarnya bagaimana sebenarnya Islam mengajarkan umatnya dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadhan ini? Mari kita bersama-sama mencari tahu …</p>
<p>Ketika kita menyambut tamu yang sangat istimewa, kita pasti akan menyiapkan sambutan yang paling meriah dan jamuan yang paling baik. Demikian juga seharusnya kita dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sudah selayaknya kita menyiapkan sambutan yang paling meriah dan jamuan terbaik yang kita miliki agar mendapatkan berkah bulan Ramadhan. Sambutan dan jamuan terbaik terhadap datangnya bulan Ramadhan adalah sambutan dan jamuan yang pernah dilakukan oleh Rosululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya. Oleh karena itu, mempelajari bagaimana Rosululloh shollalloohu &#8216;alaihi wa sallam menyambut dan menjalani hari-hari di bulan Ramadhan sebelum bulan Ramadhan tiba adalah cara terbaik bagi kita untuk mempersiapkan diri.</p>
<p>Kewajiban untuk memiliki ‘ilmu sebelum beramal adalah kaidah syari’at yang sudah ditetapkan oleh ‘ulama ahlussunnah. al-Imam Bukhori telah membuat suatu Bab tersendiri dalam kitab shahihnya yang berjudul “al-&#8217;ilmu qablal qauli wal &#8216;amali &#8212; ilmu lebih dahulu sebelum beramal”.</p>
<p>Alloh Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya”. [al-Israa’ : 36]</p>
<p>Karenanya, mulai sekarang stop taqlid dan mulailah belajar ‘ilmu islam.</p>
<p>“Ikutilah orang karena dia benar, jangan ikuti kebenaran karena orang. Kenalilah kebenaran maka kita akan tahu siapa yang benar”<strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4ligondang.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4ligondang.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=60&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/11/menanti-datangnya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f27ca5fb1d7f10f0483b0134fd24203?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kal190ndan9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembali Menulis</title>
		<link>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/09/kembali-menulis/</link>
		<comments>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/09/kembali-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 02:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kal190ndan9</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4ligondang.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdulillah setelah sekian lama, saya bisa menulis lagi. Alangkah benarnya sabda Rasulullah Shallalaahu ‘alaihi wa sallam berikut ini: “ Dua nikmat yang banyak dilupakan oleh manusia yaitu kesehatan dan waktu luang”. Keinginan saya untuk menulis kembali muncul setelah membaca beberapa comment dari Saudara-saudara seislam. Sungguh menyenangkan bisa memberi manfaat bagi orang lain: “ Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=54&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaahirrahmaanirrahiim</p>
<p>Alhamdulillah setelah sekian lama, saya bisa menulis lagi. Alangkah benarnya sabda Rasulullah Shallalaahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:</p>
<p><em>“ Dua nikmat yang banyak dilupakan oleh manusia yaitu kesehatan dan waktu luang”.</em></p>
<p>Keinginan saya untuk menulis kembali muncul setelah membaca beberapa <em>comment </em>dari Saudara-saudara seislam. Sungguh menyenangkan bisa memberi manfaat bagi orang lain:</p>
<p><em>“ Muslim yang paling baik diantaramu adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain”.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Mudah-mudahan, apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat untuk diri saya terutama dan orang lain.</p>
<p>Wallaahu a’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4ligondang.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4ligondang.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=54&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4ligondang.wordpress.com/2009/07/09/kembali-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f27ca5fb1d7f10f0483b0134fd24203?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kal190ndan9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAIDAH DAN PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DALAM MENGAMBIL DAN MENGGUNAKAN DALIL</title>
		<link>http://k4ligondang.wordpress.com/2008/02/20/kaidah-dan-prinsip-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dalam-mengambil-dan-menggunakan-dalil/</link>
		<comments>http://k4ligondang.wordpress.com/2008/02/20/kaidah-dan-prinsip-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dalam-mengambil-dan-menggunakan-dalil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 04:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kal190ndan9</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4ligondang.wordpress.com/2008/02/20/kaidah-dan-prinsip-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dalam-mengambil-dan-menggunakan-dalil/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas [1]. Sumber ‘aqidah adalah Kitabullah (al-Qur-an), Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang shahih dan ijma’ Salafush Shalih. [2]. Setiap Sunnah yang shahih yang berasal dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam wajib diterima, walaupun sifatnya Ahad. [1] Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Artinya : Dan apa-apa yang diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=51&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Oleh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[1]. Sumber ‘aqidah adalah Kitabullah (al-Qur-an), Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang shahih dan ijma’ Salafush Shalih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[2]. Setiap Sunnah yang shahih yang berasal dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam wajib diterima, walaupun sifatnya Ahad. <a href="#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">&#8220;Artinya : Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terima-malah dia. Dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” [Al-Hasyr: 7]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[3]. Yang menjadi rujukan dalam memahami al-Qur-an dan as-Sunnah adalah nash-nash (teks al-Qur-an maupun hadits) yang menjelaskannya, pemahaman Salafush Shalih dan para Imam yang mengikuti jejak mereka, serta dilihat arti yang benar dari bahasa Arab. Namun jika hal tersebut sudah benar, maka tidak dipertentangkan lagi dengan hal-hal yang berupa kemungkinan sifatnya menurut bahasa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[4]. Prinsip-prinsip utama dalam agama (Ushuluddin), semua telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Siapapun tidak berhak untuk mengadakan sesuatu yang baru, yang tidak ada contoh sebelumnya, apalagi sampai mengatakan hal tersebut bagian dari agama. Allah telah menyempurnakan agamaNya, wahyu telah terputus dan kenabian telah ditutup, sebagaimana Allah berfirman:</span><span id="more-51"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [Al-Maaidah : 3].</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">RasulullahShallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">“Artinya : Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya, maka amalan-nya tertolak” <a href="#_ftn2" title="_ftnref2" name="_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[5]. Berserah diri (taslim), patuh dan taat hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, secara lahir dan bathin. Tidak menolak sesuatu dari al-Quran dan as-Sunnah yang shahih, (baik menolaknya itu) dengan qiyas (analogi), perasaan, kasyf (iluminasi atau penyingkapan tabir rahasia sesuatu yang ghaib), ucapan seorang Syaikh, ataupun pendapat imam-imam dan lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[6.] Dalil ‘aqli (akal) yang benar akan sesuai dengan dalil naqli/nash yang shahih. Sesuatu yang qath’i (pasti) dari kedua dalil tersebut, tidak akan bertentangan selamanya. Apabila sepertinya ada pertentangan di antara keduanya, maka dalil naqli (ayat ataupun hadits) harus didahulukan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[7]. Rasulullah &#8216;Alaihi shallatu wa sallam adalah ma’shum (dipelihara Allah dari kesalahan) dan para Shahabat Radhiyallahu ajmain secara keseluruhan dijauhkan Allah dari kesepakatan di atas kesesatan. Namun secara individu, tidak ada seorang pun dari mereka yang ma’shum. Jika ada perbedaan di antara para Imam atau yang selain mereka, maka perkara tersebut dikembalikan pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah dengan memaafkan orang yang keliru dan berprasangka baik bahwa ia adalah orang yang berijtihad.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[8]. Bertengkar dalam masalah agama itu tercela, akan tetapi mujadalah (berbantahan) dengan cara yang baik itu masyru‘ah (disyariatkan). Dalam hal yang telah jelas (ada dalil dan keterangannya dalam al-Quran dan as-Sunnah) dilarang berlarut-larut dalam pembicaraan panjang tentangnya, maka wajib mengikuti ketetapan dan menjauhi larangannya. Dan wajib menjauhkan diri untuk berlarut-larut dalam pembicaraan yang memang tidak ada ilmu bagi seorang muslim tentangnya (misalnya tentang Sifat Allah, qadha’ dan qadar, tentang ruh dan lainnya, yang ditegaskan bahwa itu termasuk urusan Allah Azza wa Jalla). Selanjutnya sudah selayaknya menyerahkan hal tersebut kepada Allah Azza wa Jalla.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">“Artinya : Tidaklah sesat suatu kaum setelah Allah memberikan petunjuk atas mereka kecuali mereka berbantah-bantahan kemudian membacakan ayat: ‘&#8230;Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja&#8230;’” [Az-Zukhruf : 58] <a href="#_ftn3" title="_ftnref3" name="_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[9]. Kaum Muslimin wajib senantiasa mengikuti manhaj (metode) al-Quran dan as-Sunnah dalam menolak sesuatu, dalam hal ‘aqidah dan dalam menjelaskan suatu masalah. Oleh karena itu, suatu bid‘ah tidak boleh dibalas dengan bid’ah lagi, kekurangan tidak boleh dibalas dengan berlebih-lebihan atau sebaliknya. <a href="#_ftn4" title="_ftnref4" name="_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[10]. Setiap perkara baru yang tidak ada sebelumnya di dalam agama adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">“Artinya : Setiap bid‘ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.&#8221; <a href="#_ftn5" title="_ftnref5" name="_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';">Sumber : </span><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';"><a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1299&amp;bagian=0"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1299&amp;bagian=0</span></a></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Arial','sans-serif';"></span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--><br />
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Calibri','sans-serif';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Hadits ahad adalah hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang periwayat atau lebih, tetapi periwayatannya dalam jumlah yang terhitung.</p>
</div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref2" title="_ftn2" name="_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Calibri','sans-serif';">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> HR. Al-Bukhari (no. 2697) dan Muslim (no. 1718), dari ‘Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha.</p>
</div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref3" title="_ftn3" name="_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Calibri','sans-serif';">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> HR. At-Tirmidzi (no. 3250), Ibnu Majah (no. 48), Ahmad (V/252, 256), disha-hihkan oleh al-Hakim (II/447-448) dan disepakati adz-Dzahabi. At-Tirmidzi ber-kata, “Hadits ini hasan.” Dari Shahabat Abu Umamah al-Bahily Radhiyallahu &#8216;anhu.</p>
</div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref4" title="_ftn4" name="_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Calibri','sans-serif';">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Maksud dari pernyataan ini adalah tentang bid’ahnya Jahmiyyah yang menafikan Sifat-Sifat Allah, dibantah oleh Musyabbihah (Mujassimah) yang menyamakan Allah dengan makhluk-Nya, atau seperti bid’ahnya Qadariyyah yang mengatakan bahwa makhluk mempunyai kemampuan dan kekuasaan yang tidak dicampuri oleh kekuasaan Allah ditentang oleh Jabariyyah yang mengatakan bahwa makhluk tidak mempunyai kekuasaan dan makhluk ini dipaksa menurut pendapat mereka. Ini adalah contoh tentang bid’ah yang dilawan dengan bid’ah. Wallaahu a’lam.</p>
</div>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref5" title="_ftn5" name="_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:'Calibri','sans-serif';">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> HR. An-Nasa-i (III/189) dari Jabir Radhiyallahu &#8216;anhu dengan sanad yang shahih. Lihat Shahih Sunan an-Nasa-i (I/346 no. 1487) dan Misykatul Mashaabih (I/51).</p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/k4ligondang.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/k4ligondang.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4ligondang.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4ligondang.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4ligondang.wordpress.com&amp;blog=1866274&amp;post=51&amp;subd=k4ligondang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4ligondang.wordpress.com/2008/02/20/kaidah-dan-prinsip-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-dalam-mengambil-dan-menggunakan-dalil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f27ca5fb1d7f10f0483b0134fd24203?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kal190ndan9</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
